12 September 2017

Kenapa Bisa Terjadi Keputihan Berwarna Coklat?

Keputihan adalah hal yang wajar bagi wanita untuk mengalami pada usia berapapun, namun berbeda jika keputihan terjadi dengan warna tertentu. Coklat putih, coklat muda dan coklat tua, bisa jadi pertanda kondisi tubuh tertentu.

Keputihan memainkan peran penting dalam sistem reproduksi wanita sebagai pengangkatan kelenjar cairan di vagina dan vagina serviks. Cairan ini membawa bakteri dan sel mati yang bisa mencegah infeksi dan menjaga kebersihan vagina.

Keputihan biasanya terjadi pada akhir periode menstruasi atau bisa juga terjadi saat hamil. Jika keputihan Anda tidak hanya berwarna-warni, tapi juga bau, disertai rasa gatal atau gejala lainnya, maka bisa jadi pertanda adanya masalah kesehatan.

Penyebab Warna Coklat Keputihan
Keputihan bisa disebabkan oleh tanda ovulasi, awal kehamilan, transisi menopause, atau menopause sudah masuk. Keputihan yang biasanya tampak coklat muda sampai coklat tua. Keputihan coklat tua juga bisa terjadi jika Anda mengalami cairan rahim atau endometrium. Biasanya terjadi sebelum menstruasi dimulai atau berakhirnya siklus haid.

Keputihan warna kecoklatan tidak hanya dibatasi oleh hal-hal normal di atas karena ada beberapa penyebab lainnya, seperti:

Perdarahan dengan implantasi janin. Keputihan bisa disebabkan oleh proses penanaman sel telur yang dibuahi di dinding rahim. Keputihan ini bisa merah, pink atau coklat muda, dan merupakan tanda awal kehamilan. 

Atrofi vaginitis. Kondisi ini disebabkan oleh larutan hormon estrogen. Pada vaginitis atrofik, peradangan vagina memgalami kerusakan jaringan otot dan pelumasan kelembaban, penurunan produksi, vaginitis atrofi. Saat Anda melakukan, Anda mungkin merasa sakit saat bersenggama, kekeringan vagina, terbakar, dan memberi warna coklat keputihan. Selain coklat, keputihan yang Anda alami mungkin juga berwarna kuning dan berbau busuk.

Penyakit menular seksual. Coklat keputihan juga bisa menjadi tanda penyakit menular seksual seperti gonore, genital warts, chlamydia, dan trikomoniasis. Catat gejala lain yang menyertai keputihan Anda, seperti rasa sakit, gatal, bau dan ruam.

Polip rahim. Polip rahim juga bisa menjadi penyebab penampilan cokelat yang cerdas. Tidak hanya sekresi vagina, gejala lain seperti pendarahan setelah keluarnya atau darah menstruasi yang keluar bisa sangat mungkin juga terjadi jika Anda mengalami polip rahim.

Penyakit radang panggul. Peradangan panggul bisa menyebabkan nyeri di perut, nyeri saat bersenggama, dan masalah ketidaksuburan. Rahim, leher rahim dan / atau lapisan rahim terkontaminasi. Anda harus menemui bidan untuk mendapatkan perawatan yang benar.

Kanker serviks Warna coklat gelap putih bisa menjadi tanda kanker serviks. Waspadai tanda-tanda lain seperti kenaikan berat badan secara drastis, nafsu makan berkurang, kelebihan kelelahan dan nyeri pada pinggul dan tungkai.

Hati-hati dengan tanda lain yang mungkin terasa jika Anda terus-menerus mengalami coklat keputihan. Tanyakan kepada dokter Anda apakah Anda merasa gatal, nyeri vagina, pembengkakan vagina, keputihan dan nyeri saat berjalan.

Cara Mengobati Coklat Ayam Putih
Penanganan coklat putih harus disesuaikan dengan penyebab utamanya. Berikut beberapa cara mengatasi putih kecoklatan.

Kanker serviks. Jika keputihan disebabkan oleh kanker serviks, pengobatan bisa dilakukan radiasi, kemoterapi atau pembedahan.

Penyakit menular seksual. Jika Anda memiliki penyakit menular seksual, Anda bisa melakukan beberapa antibiotik. Konsultasikan dulu dengan dokter Anda.

Polip rahim. Ada beberapa pilihan yang bisa dilakukan untuk mengatasi polimer rahim. Pilihan pertama adalah menggunakan obat hormonal untuk mengurangi gejala dan mengurangi polip.

Pilihan lainnya adalah dengan melakukan prosedur kuret. Dokter akan mengeluarkan polip dari dinding rahim. Kemudian periksa laboratoriumnya.

Selain itu, Anda juga bisa melakukan prosedur histerektomi dengan menghilangkan semua polip dan kemudian mengirimnya ke laboratorium untuk melakukan penyelidikan. Polip biasanya tidak bersifat kanker. Tapi jika kanker menunjukkan, dokter akan membahas langkah pengobatan selanjutnya.

Jika keputihan Anda disebabkan oleh kehamilan, menstruasi, menopause atau ovulasi, Anda tidak bisa mencegahnya karena tentu saja hal itu telah terjadi. Sementara beberapa penyebab lainnya, seperti kanker serviks, penyakit menular seksual, uterus polimer atau penyakit radang panggul harus diatasi.

Masalah daerah perempuan dapat menyebabkan wanita khawatir. seperti keputihan disertai dengan bau tak sedap atau gejala lainnya. Cokelat putih sebenarnya adalah hal yang wajar, tapi jika Anda merasa terganggu, berkonsultasilah dengan dokter Anda segera.kumparan

23 Agustus 2017

'Kampanye' Bahaya Kanker Serviks Selebriti di Media Sosial

Bahaya kanker serviks bisa mengintai perempuan manapun. Sayangnya, kesadaran akan ancaman kanker serviks yang merenggut nyawa Julia Perez ini masih rendah. 

Padahal, menurut data Globocan pada 2012, tiap harinya ada 26 perempuan Indonesia yang meninggal akibat kanker serviks. Mereka juga memprediksi, tiap harinya bermunculan 58 kasus baru. 

Oleh karena itu, Koalisi Indonesia Cegah Kanker Serviks (KICKS) menunjuk duta kanker serviks dengan harapan mereka dapat menjadi wajah dan juru bicara untuk membantu edukasi dan sosialisasi tentang kanker serviks di media sosial. Edukasi dan sosialisasi ini merupakan bagian dari kampanye publik #CegahKankerServiks.

"Hitungan kami (ada) 36 orang yang meninggal setiap hari. Pencegahan perlu disosialisasikan. Mudah mudahan bisa bersama-sama KICKS, kami, yayasan kanker seluruh Indonesia (bahaya, serta pencegahan kanker serviks) bisa disosialisasikan," ujar salah satu penggagas KICKS sekaligus Ketua Umum Himpunan Onkologi dan Ginekologi Indonesia, Andrijono saat konferensi pers di kawasan Jakarta Pusat. 

KICKS menggandeng artis Wulan Guritno, pasangan artis Ruben Onsu dan Sarwendah, aktris Prilly Latuconsina, Dewi Sandra serta para finalis Puteri Indonesia 2017 sebagai duta kanker serviks. 

Prilly Latuconsina yang turut hadir mengatakan bahwa dirinya senang dan bersyukur bisa menjadi duta kanker serviks. Menurutnya banyak remaja di usianya begitu menyepelekan penyakit tersebut.

"Jadi duta, bisa mengingatkan, enggak boleh menggampangkan penyakit. Baru tahu kalau bisa dicegah (dengan) deteksi dini dan vaksin," ujarnya.

Sementara itu Ruben mengatakan bahwa kepedulian terhadap kanker serviks tidak hanya datang dari kaum perempuan, kaum laki-laki juga harus memberikan perhatian. 

"Peduli enggak hanya (dilakukan oleh) kaum perempuan, tapi juga kaum pria. Ada baiknya dicegah. Yang sudah punya istri, support suami itu penting. Kalau yang belum menikah, bisa support keluarganya atau teman-teman dekat," kata ayah dari Thalia Putri Onsu ini. 

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Sosial Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta, Venita menuturkan, alasan di balik terpilihnya nama-nama selebritis ini adalah mereka mampu mewakili beragam segmen usia. Wulan mewakili segmen ibu-ibu, Prilly dari segmen usia remaja, sedangkan pasangan Ruben-Sarwendah mewakili keluarga muda.

"Segmen mereka berbeda (agar) segenap lapisan masyarakat punya pemahaman yang baik. Mereka juga sosok yang positif, face yang positif. Saya yakin mereka dapat berkampanye dengan sangat baik," katanya. 

Semua Mulai dari Diri Sendiri

Sebagai duta kanker serviks, para selebriti ini mestinya akan mengkampanyekan soal kanker serviks. Wulan mengakui bahwa hal ini memang harus dimulai dari diri sendiri. Ia pun menulari kesadaran soal bahaya kanker serviks pada keluarga juga puterinya, Syaloom Syach Razadee.

"Pakai sosmed, sosialisasikan hal-hal ini (tentang kanker serviks). Sepeti apa si suntik serviks (diunggah) di Instagram story. Apa itu vaksin serviks, pentingnya kenapa," kata Wulan. 

Senada dengan Wulan, Sarwendah juga sudah melakukan suntik anti kanker sebanyak dua kali sebelum menikah. Kendati terpaksa berhenti karena mengandung sang buah hati, ia pun kembali melakukan suntik anti kanker setelah melahirkan. 

"(Menurut saya) Penting enggak penting tapi bahaya. Kenapa enggak kita mencegah kanker sejak dini, mulai usia sembilan tahun bisa suntik vaksin. Lebih baik mencegah daripada mengobati," katanya.cnn

20 Juni 2017

Minum Es Saat Haid Sebabkan Kanker Serviks, Hoaks atau Fakta?

Belakangan ini, beredar pesan berantai seputar penyebab kanker serviks yang sulit dipertanggungjawabkan kebenarannnya. Pesan itu juga sempat menyebar tahun 2014. Saat itu, beredar melalui aplikasi pesan di BlackBerry Messengers (BBM). Kini, berwujud melalui Whatsapp Group (WAG), telegram, dan sejumlah aplikasi pesan lainnya berbasis android.

Kabar tanpa dasar itu membuat khawatir kaum perempuan. Pesan siaran tersebut berisi semacam imbauan dan larangan untuk mengonsumsi air dingin (air es), minuman bersoda, dan air kelapa saat datang bulan (haid).

Selain itu, juga dilarang mengonsumsi mentimun karena terindikasi getahnya mampu menyebabkan haid yang tersisa di dinding rahim. Lebih aneh lagi, perempuan juga tak boleh terbentur, terjatuh, hingga terpukul benda keras, terutama bagian perut.

Menurut pesan berantai yang disebut-sebut dari Lembaga Penyuluh Kanker Indonesia (LPKI) itu, hal demikian bisa menyebabkan muntah darah dan rahim terluka. Pada akhirnya, semuanya dikatakan bisa menyebabkan kista dan kanker rahim.

Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Dinkes Kotawaringin Barat Dokter Fachrudin mengatakan, pesan tersebut tidak benar. Kanker serviks tidak ada hubungan langsung dengan minuman dan aktivitas tertentu yang menyebabkan perut terpukul atau sejenisnya.

”Hoaks itu (pesan berantai penyebab kanker serviks). Sudah lama beredar. Seingat saya tahun 2014 lalu sudah mulai muncul, namun hilang. Kini kembali menyebar. Mungkin karena kasus kematian artis itu (Julia Perez, Red),” ujarnya, Sabtu (17/6).

Dia menjelaskan, kanker serviks secara umum disebabkan human papilloma virus atau HPV. Virus inilah yang mengganggu sel-sel leher rahim agar bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks dan dapat menjadi penyebab munculnya kanker serviks.

”Sampai sekarang, diduga banyak perempuan tidak menyadari telah terinfeksi, karena HPV penyebab kanker serviks sering tidak menimbulkan gejala. Penting disadari, bahwa infeksi ini sering terjadi dan kadang tidak menyebabkan kanker,” ujarnya.

Peluang tinggi masuknya HPV ke tubuh, lanjutnya, juga karena perilaku sering berganti-ganti pasangan. Tidak hanya bagi perempuan, namun bagi lelaki. Terutama yang telah menikah dan masih sering gonti-ganti pasangan yang juga bisa menjadi media pembawa HPV.

”Bagi perempuan yang sudah menikah, terkadang bisa tertular juga bila suaminya (meski tidak banyak) sering ‘jajan’ dengan main di luar. Risikonya cukup tinggi, karena mereka kan tidak tahu kondisi kesehatan lawan main itu seperti apa. Bahkan, tidak hanya kanker serviks, HIV/AIDS juga mengancam,” katanya.

Menurutnya, upaya pencegahan dinilai lebih baik. Misalnya, dengan menggunakan metode Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) dan harus ditindaklanjuti dengan krioterapi jika ditemukan IVA positif. Pengobatan ketika sel-sel masih dalam tahap pra-kanker bisa dilakukan agar risiko terkena kanker serviks bisa berkurang.

Dia menambahkan, pemerintah juga tengah mengampanyekan vaksin human papiloma virus (HPV) kepada siswi sekolah dasar di beberapa daerah. Vaksin HPV dianggap cukup efektif mencegah perempuan terserang HPV yang akan berlanjut pada kanker serviks.

Dari penjelasan Dokter Fachrudin tersebut, bisa disimpulkan bahwa pesan berantai mengenai penyebab kanker serviks yang belakangan ini menyebar luas merupakan hoaks belaka.sumber:prokal

#testimoni KANKER SELAMA 8 TAHUN MENGERING

Saya mempunyai teman yang Ayahnya menderita kanker di sekitar tulang pipi dan kelopak mata sebelah kanan. Dan penyakit ini sudah diderita s...

Find Us on Facebook

Arsip Blog

Visitors


pinjaman utang