22 Agustus 2016

Celana Dalam Bolong di Bagian Tengah? Waspadai Keputihan!

Pernah menemukan sebagian celana dalam kamu sudah nggak bisa dipakai karena bolong? Bolong di celana dalam kamu ternyata bisa juga disebabkan oleh keputihan.

Keputihan atau cervical discharge bukanlah ‘penyakit’ yang harus kamu sembuhkan. Keputihan justru merupakan tanda bahwa organ kamu berfungsi dengan baik.

Organ reproduksi kamu punya fungsi self-cleaning, dimana sel kulit mati dan bakteri dikeluarkan dari dinding organ lewat cairan yang kita sebut keputihan.

Keputihan bisa dikeluarkan dalam berbagai bentuk, seperti jelly, watery, creamy, atau sticky – tergantung dari tingkat kesuburan masing-masing. Cairan keputihan muncul di luar periode menstruasi.

Keputihan punya fungsi yang baik, tapi terkadang bisa membuat celana dalam menjadi pudar atau bahkan bolong. Hal ini disebabkan oleh kandungan hydrogen peroxide dalam cairan keputihan yang berfungsi untuk mencegah tumbuhnya bakteri.

Nggak usah khawatir akan keputihan yang membuat celana dalam menjadi bolong – it’s normal! Tapi, kalau kamu ingin celana dalam tetap tercegah dari warna pudar atau bolong, kamu bisa gunakan panty liners. No worries! 

18 Agustus 2016

Penyebab Miss Cheerful Menimbulkan Bau Tak Sedap

Miss Cheerful kerap menyebabkan bau yang berbeda-beda setiap saat. Perlu diperhatikan, jika baunya sudah kian menyengat, segera konsultasi dengan dokter Anda. Tapi sebelumnya, yuk kenali hal-hal yang menyebabkan area vagina Anda jadi berbau tak sedap.

Mengonsumsi Makanan Yang Tinggi Alkali

Seperti asparagus, bawang putih, dan makanan dengan kandungan rempah. Jenis makanan ini bisa mengubah kadar pH normal di area Miss Cheerful yang dapat menimbulkan bau menyengat.

Konsumsi Obat-Obatan

Seperti antibiotik yang dapat membunuh bakteri baik di organ intim juga mengubah kadar pH. Tak jarang menyebabkan iritasi hingga jamur berkembang dan menjadi penyebab utama bau tak sedap yang dihasilkan. Bau menyengat lain juga dapat ditimbulkan saat Anda mengonsumsi vitamin B yang berlebih.

Saat Menstruasi

Produksi zat besi yang tinggi saat haid menyebabkan bau di organ intim menjadi begitu menyengat dan mengganggu. Tapi tak perlu khawatir, hal ini menjadi wajar saat menjelang dan selama menstruasi. Jika bau Miss Cheerful terus berlangsung beberapa saat usai periode ini, berikan perhatian ekstra akan kemungkinan keputihan atau gangguan jamur yang disebebkan.

15 Agustus 2016

BPJS Kesehatan Torehkan Rekor MURI, Pelaksanaan Pemeriksaan IVA dan Papsmear Seluruh Indonesia

Dalam upaya mengoptimalisasikan fungsi promotif dan preventif, BPJS Kesehatan bekerjasama dengan Organisasi Aksi Solidaritas Era (OASE) Kabinet Kerja yang dipimpin Ibu Iriana Joko Widodo, Kementerian Kesehatan dan BKKBN melaksanakan kegiatan Pencanangan Gerakan Promotif Preventif dengan Pemeriksaan IVA dan Papsmear yang dilaksanakan di Kupang, 29 Juli 2016. Kegiatan tersebut juga secara serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia tepatnya di 1.558 titik pelayanan pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan Papsmear, dengan total target peserta sebanyak 27.000 untuk pemeriksaan IVA dan 10.275 untuk pemeriksaan Papsmear. Kegiatan tersebut juga tercatat dalam Rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) sebagai Penyelenggaraan Program Pemeriksaan IVA dan Papsmear Terbanyak serentak di Indonesia.

Hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Dalam Negeri Tjahyo Kumolo, Ketua OASE Kabinet Kerja Erni Guntarti Tjahyo Kumolo, Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris, Kepala BKKBN Surya Chandra, Gubernur Nusa Tenggara Timur Frans Lebu Raya, Bupati se-Provinsi NTT, dan lain-lain.

Adapun kegiatan pemeriksaan IVA dan Papsmear ini dilaksanakan untuk mengetahui ataupun mendeteksi adanya kanker leher rahim/kanker mulut rahim. Jenis kanker ini sering terjadi pada wanita dan juga penyebab kematian nomor satu dari jenis kanker yang menyerang wanita.

Direktur Utama BPJS Kesehatan, Fachmi Idris mengungkapkan, jumlah kasus kanker serviks (terhitung Januari – Juni 2016) di tingkat pelayanan rawat jalan tingkat lanjutan mencapai 45.006 kasus dengan total biaya sekitar Rp33,4 miliar, sementara di tingkat rawat inap ada 9.381 kasus dengan total biaya sekitar Rp51,3 miliar.

“Deteksi dini kanker serviks masuk dalam skema pembiayaan program JKN-KIS, sehingga peserta JKN-KIS yang ingin melakukan deteksi dini kanker serviks tidak perlu lagi mengeluarkan uang. Sebagai informasi, kanker serviks tidak menimbulkan gejala dan sulit terdeteksi pada stadium awal, oleh karena itu sebaiknya lakukan skrining kesehatan melalui layanan kesehatan deteksi dini yang disediakan BPJS Kesehatan,” jelas Direktur Utama BPJS Kesehatan Fachmi Idris.

Kanker serviks, tambah Fachmi umumnya baru terdeteksi ketika sudah stadium lanjut, di mana proses pengobatan yang harus dilakukan menjadi lebih sulit dan biaya pengobatannya pun menjadi lebih mahal. Namun dibandingkan dengan jenis kanker lainnya, kanker serviks sebetulnya paling mudah dicegah dan dideteksi. Caranya dengan melakukan deteksi dini dan pemberian vaksinasi.

Untuk mengantisipasi terjadinya kanker serviks, peserta JKN-KIS dapat memeriksakan diri terhadap resiko penyakit kanker leher rahim ini di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) atau sarana penunjang lain yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan. Sampai dengan tahun 2016 (Juni 2016) deteksi dini yang dilakukan BPJS Kesehatan dengan metode IVA telah berhasil menjangkau 21.146 peserta, sementara Pap smear berhasil menjangkau 37.256 peserta.

“Namun tantangannya, cukup banyak masyarakat yang enggan atau takut untuk melakukan pemeriksaan IVA atau Papsmear ini. Disinilah bagaimana peran FKTP untuk mengajak peserta JKN-KIS, agar melakukan pemeriksaan ini. Melalui kegiatan pencanangan ini, kami harapkan kesadaran peserta JKN-KIS untuk melalukan deteksi dini terhadap kanker leher Rahim semakin meningkat,” ujar Fachmi.*beritasatu

Find Us on Facebook

Arsip Blog

Visitors