26 Mei 2017

Saat Kanker Serviks Ditandai dengan Keputihan Tak Berbau

Ibu tiga anak bernama Elly Mawati didiagnosis kanker serviks stadium 1B di bulan Mei 2016. Gejala yang dirasakan wanita 50 tahun ini yakni keputihan berkepanjangan tapi tidak berbau.

"Jadi keputihannya kayak pipis gitu. Kayak pas haid, deras, kan terasa ser-ser gitu ya. Nah ini kayak gitu, cuma cairannya bening dan nggak berbau. Sampai saya pakai softex," kata Elly. Lantas, apa kata dokter soal hal ini mengingat keputihan yang merupakan gejala kanker serviks umumnya berkepanjangan dan berbau?

dr Kartiwa Hadi Nuryanto SpOG(K)Onk dari Divisi Onkologi Ginekologi Departemen Obstetri Ginekologi RS Cipto Mangunkusumo mengatakan kanker serviks yang dialami Elly merupakan stadium awal. Sehingga, bisa saja keputihannya tidak berbau. Lain halnya jika stadium kanker yang ditemukan makin lanjut, keputihan makin berbau bahkan bisa ditambah dengan keluhan pendarahan.

"Makanya seperti bu Elly ini beruntung, dia alami keputihan, langsung kontrol. Karena banyak juga perempuan alami keputihan banyak, mikir ini kenapa nih. Terus ke pasar beli daun sirih atau beli sabun sirih, selesai," kata dr Kartiwa ditemui usai Seminar Awam Kanker Serviks yang diselenggarakan CISC dan FISIP UI di Kampus Fisip Universitas Indonesia, Depok, baru-baru ini.

dr Kartiwa menambahkan, sebenarnya keputihan yang banyak juga merupakan keadaan yang tidak normal dan semestinya, wanita melakukan pengecekan ke dokter. Dikatakan dr Kartiwa, memang keputihan dalam bahasa kedokteran selama tidak berbau, tidak berubah warna, dan tidak menyebabkan rasa gatal, normal-normal saja.

"Tapi seorang wanita merasa tiap ada yang keluar itu dianggap keputihan. Saat terjadi keputihan langkah pertama yang dipikirkan ini karena kecapekan mungkin. Padahal kalau dianggap nggak normal mestinya diperiksakan," tutur dr Kartiwa.

Walaupun, memang bisa saja hal lain yang jadi penyebabnya. Misalnya gangguan hormon atau kelelahan. Namun, dengan melakukan pemeriksaan ke dokter, kata dr Kartiwa bisa dipastikan penyebab keputihan berkepanjangan tersebut, walaupun tidak berbau.

Ia juga mengingatkan, sebagai upaya deteksi dini kanker serviks, pap smear maupun IVA (Inspeksi Vagina dengan Asam Asetat) tidak dilakukan berdasarkan keluhan. Dengan kata lain, tanpa ada keluhan perlu melakukannya secara berkala.detik

Pendarahan Rahim, Risiko Terkena Kanker Serviks?

Terdapat bercak darah pada celana dalam merupakan salah satu hal yang sering dialami oleh setiap wanita.

Darah tersebut biasanya menandakan bahwa wanita tersebut sedang mengalami menstruasi.
Namun, apa yang terjadi apabila pendarahan tersebut keluar pada saat anda tidak mengalami datang bulan?

Anda pastinya akan berpikir pendarahan tersebut sebagai pertanda adanya kanker di dalam tubuh.

Akan tetapi, tidak semua pendarahan tersebut merupakan kanker. Meskipun begitu, pendarahan rahim tidak biasa diabaikan begitu saja karena dapat menyebabkan kondisi serius.

Sekilas Tentang Pendarahan
Pendarahan merupakan salah satu kondisi dimana seseorang kehilangan darah. Darah tersebut dapat dijumpai pada organ tubuh dan pembuluh darah.

Jika organ tubuh atau pun pembuluh darah mengalami kerusakan sehingga darah dapat mengalir bebas di dalam atau di luar tubuh.

Darah yang mengalir di dalam tubuh dinamakan sebagai pendarahan dalam, sedangkan darah mengalir melalui lubang pada kulit atau celah alami seperti vagina, hidung, rektum, telinga, atau mulut. Kondisi tersebut dinamakan sebagai pendarahan luar.

Pendarahan luar dan dalam dapat disebabkan oleh beberapa faktor seperti cedera atau penyakit. Pendarahan dapat terjadi pada bagian tubuh mana saja.

Tubuh memiliki cara tersendiri untuk menghentikan pendarahan tersebut yang disebut dengan hemostasis.

Ketika ada darah yang mengalir dari pembuluh darah yang pecah, tubuh akan segera membekukan darah untuk menutup luka dan menghentikan aliran darah. sehingga tubuh akan melakukan proses penyembuhan.

Akan tetapi, tubuh yang terluka parah tubuh tidak akan mampu membekukan darah sehingga tubuh akan kehilangan banyak darah dan mengakibatkan organ tubuh akan berhenti berfungsi pada akhirnya menyebabkan kematian.

Penyebab Pendarahan Pada Rahim
Menstruasi merupakan salah satu penyebab pendarahan pada rahim, namun jenis pendarahan tersebut terjadi secara alami dan sering terjadi di setiap bulannya.

Ketika wanita mengeluarkan darah dari lapisan rahim maka terjadilah menstruasi. Beberapa wanita mengalami pendarahan berlebih saat menstruasi maupun jelang menstruasi. Pendarahan berlebih dapat disebabkan oleh polip leher rahim atau masalah kesehatan lainnya.

Gejala Pendarahan Rahim
  • Terjadi pendarahan lebih sering (maksimal jarak antara pendarahan kurang dari 21 hari).
  • Pendarahan sangat banyak dan berlangsung selama lebih dari 7 hari tetapi sangat teratur.
  • Pendarahan muncul secara tidak teratur diantara siklus menstruasi. 
  • Terkadang penderitanya juga mengalami demam dan infeksi.tribunnews

19 Mei 2017

85 Persen Kanker Serviks Disebabkan Kontak Seksual

Di Indonesia, kasus kanker serviks tercatat menyerang 21 ribu wanita pada tahun 2014 silam. Mengerikannya lagi, menurut riset, kasus kanker serviks ini menyebabkan kematian pada 2 orang setiap jam.

Berbeda dengan kanker jenis lain, hampir bisa dipastikan, kanker serviks disebabkan oleh infeksi HPV. Penyebabnya yang paling tinggi yaitu pada tipe HPV nomor 16 dan 18.

"Dari 15 tipe HPV, risiko tinggi hanya pada tipe 16 dan 18. 70 persen kanker serviks disebabkan oleh tipe 16, sedangkan 10 persen disebabkan oleh tipe 18, serta 20 persen lagi oleh tipe lainnya," ujar spesialis Obgyn, dr. Andi Darma SpOG(K), saat memberi penjelasan bagi para dokter yang diselenggarakan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia di Jakarta Convention Center, Jumat 12 Mei 2017.

Virus HPV tersebut, lanjut Andi, sebagian besar didapatkan pada mereka yang aktif berhubungan seksual. "Sekitar 85 persen karena kontak seksual pada pasien, 15 persennya tidak karena seks. Sehingga, sangat jarang mereka yang berstatus 'nona' melakukan pap smear," jelas Andi.

Dia melanjutkan, perjalanan virus menjadi kanker serviks cukup panjang dan memakan waktu puluhan tahun. Maka, banyak yang tidak mengenali gejala lesi pra kanker serviks di tubuhnya hingga kanker benar-benar menyerang serviksnya.

"Padahal dengan screening seperti pap smear, lesi pra kanker bisa sembuh seratus persen. Kalau sudah kanker, tidak bisa bicara sembuh, karena 90 persennya diprediksi hidup 5 tahun mendatang dan kalau sudah fase terminal bisa hanya tiga bulan lagi," kata dia.viva

Find Us on Facebook

Arsip Blog

Visitors